Snot (Infectious Coryza) pada Ayam Broiler

Snot adalah penyakit infeksius yang disebabkan oleh Avibacterium paragallinarum (sebelumnya dikenal dengan nama Haemophilus paragallinarum) dan menyerang sistem pernapasan unggas bagian atas. Snot telah menyebar luas di berbagai tempat di dunia, salah satunya di Indonesia. Penyakit ini sering terjadi pada saat musim dingin atau pada saat kondisi udara kurang baik, serta bersifat akut dan penularannya sangat cepat. Penularan snot dapat terjadi secara langsung, misalnya kontak dengan ayam broiler yang sakit, maupun secara tidak langsung, misalnya melalui udara, pakan, air minum, dan lingkungan yang tercemar bakteri tersebut.

Penyakit snot
Ayam yang terserang snot (sumber: ilmuternak.com)

Baca juga: Manajemen Pakan Ayam Broiler

Gejala Penyakit Snot

Gejala klinis yang dialami ayam broiler apabila mengalami snot adalah:
1. Muka bengkak
2. Keluarnya lendir dari hidung
3. Anoreksia (nafsu makan turun) yang menyebabkan berkurangnya bobot badan
4. Konjungtivitis (radang selaput mata)
5. Diare
6. Kadang-kadang ngorok dan sulit bernafas

Cara Pencegahan

Penyakit ini memiliki dampak ekonomi yang sangat besar pada industri perunggasan, oleh karena itu perlu dilakukan pencegahan untuk menghindari terjadinya kerugian. Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian vaksin komersial inaktif HPG serovar A dan C, serta melakukan penerapan manajemen kandang yang baik. Apabila ayam broiler sudah mengalami snot, maka harus segera diobati sebelum tingkat penyebaran dan kematiannya tinggi. Penanganan awal dapat dilakukan dengan cara memisahkan ayam sakit dari kelompok ayam yang sehat. Cara mengobatinya dapat menggunakan antibiotik, misalnya obat yang mengandung gentamisin sulfat (Gentamin) atau herbal tradisional. Biosekuriti juga penting dilakukan untuk pengendalian wabah dengan cara:

  1. Menyesuaikan jarak kandang dengan sumber risiko (jalan umum, sumber air terdekat, pasar ayam hidup, rumah penduduk, dan pagar kandang)
  2. Melakukan pengawasan lalu lintas dan karantina lokasi peternakan yang tertular
  3. Dekontaminasi/desinfeksi kandang dan peternakan

Baca juga: Mengenal Jenis dan Fungsi Alas Kandang Ayam Broiler

Demikian pembahasan mengenai penyakit snot pada ayam broiler serta cara pencegahan dan penangannya. Selalu terapkan kebersihan dan rajin mengecek kondisi ayam-ayam Anda. Semoga bermanfaat.

Author: Desideria Digna Refriani. Editor: Ratih Nawangwulan (2021)

Kembali ke Atas
×

 

Hallo!

Layanan Whatsappp Baku

× Whatssapp Us